analogi kehidupan tak kan sama dengan mencoba menghidupkan.
perjalanan hidup menempuh jalan liku dan simpang yang selalu membawa kebimbangan. langkah gontai merasakan kerasnya hidup dari sudut pandang perasaan. kala cermin diri memantulkan rasa bias sang bidadari bukan berarti dia ada di dalam sanubari. terkadang insan yang pansan akan merasa sama bias dan nyata. ketakutan akan cabikan nyata hilang sirna seraya keelokan bias nan melenggok mempesona. inikah cinta? benar... itu cinta. apa kah itu cara melakukan cinta... benar.. itu caranya. apkah dimilik ku? benar ea milikmu tapi dalam angan mu. ahir tragis namun kau yang terbaik dari itu dan kau semakin baik setelah dicabik. bangkit dan bongkar. bangun dan berbagilah bahkan untuk sang penyabik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar